TUGAS
METODE PENELITIAN
(HIPOTESIS)

Disusun
Oleh:
Nama : Ahmad Nabawi
NPM : 30412459
Kelas : 3ID08
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2014
A.
Merumuskan
Hipotesis
Tugas yang harus dilakukan oleh seorang peneliti setelah
melakukan telah terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu lewat studi
kepustakaan atau kajian pustaka, kemudian si peneliti juga telah menetapkan
serta merumuskan masalah penelitian, maka tibalah saatnya merumuskan hipotesis.
Sampai dengan tahap perumusan hipotesis, seorang peneliti diharapkan sudah
memiliki cukup bekal informasi baik menyangkut metode penelitian yang akan
diterapkan maupun bahan-bahan pembanding yang akan dipakai untuk mengembangkan
hipotesisnya maupun mempertajam analisisnya.
Harus diakui merumuskan hipotesis adalah tahapan yang sukar
dalam rangkaian penyusunan desain penelitian. Ini makin terasa manakala permasalahan
yang hendak dijawab memang tidak memiliki kerangka teori yang jelas. Di samping
itu, kesukaran merumuskan hipotesis juga disebabkan oleh terbatasnya kemampuan
peneliti untuk memanfaatkan kerangka teori yang sudah ada secara logis.
B.
Definisi
Hipotesis
Ada berbagai batasan yang dikemukakan oleh berbagai ahli
mengenai apa yang dimaksudkan dengan hipotesis.
·
F.N Kerlinger (dalam Malo,2000) memberikan batasan hipotesis adalah kesimpulan sementara atau
proposisi tentatif tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
·
K.D Bailey (
dalam Malo, 2000) berpendapat suatu hipotesis merupakan
suatu preposisi yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat diuji dan meramalkan
suatu hubungan tertentu antara dua variabel.
·
Treelease (1960,dalam Nazir 1983) memberikan
definisi hipotesis sebagai suatu keterangan
sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.
·
Good dan Scates (1954, dalam Nazir 1983) menyatakan
bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau
referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan
fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati, dan digunakan
sebagai petunjuk untuk langkah penelitian selanjutnya.
Berdasarkan berbagai batasan yang dikemukakan di atas
dapatlah ditarik pemahaman bahwa suatu hipotesis adalah
suatu pernyataan tentang fakta yang dapat diamati yang dirumuskan dalam bentuk
yang dapat diuji dan menjelaskan bentuk hubungan yang ada antara dua atau lebih
variabeldan pernyataan tersebut masih merupakan jawaban sementara suatu
permasalahan penelitian.
C.
Dasar Merumuskan Hipotesis
Merumuskan suatu
hipotesis mempunai tahapan yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:
·
Berdasarkan pada teori
·
Berdasarkan
penelitian terdahulu
·
Berdasarkan
penelitian pendahuluan
·
Berdasarkan
akal sehat peneliti
D. Format Hipotesis
Pernyataan jika – maka, hipotesis nol dan lternatif, hipotesis directional dan non directional.
Pernyataan Jika – Maka
Contoh:
Jika Dosen mengalami tekanan dalam bekerja yang
lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih baik.
Hipotesis Nol dan Alternatif
Contoh:
Ho= Tidak ada pengaruh signifikan kenaikan gaji
dosen terhadap PBM.
Ha = Ada pengaruh signifikan kenaikan gaji
terhadap kinerja dosen.
Hipotesis Directional dan Non
Directional
Hipotesis directional adalah hipotesis yang menyatakan sifat dan arah hubungan secara tegas
antara dua atau lebih variabel.
Contoh:
Kualitas
pelayanan publik perpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dosen dan
mahasiswa UNITRI.
Hipotesis nondirectional adalah hipotesis yang tidak menyatakan arah hubungan antara variabel. Hipotesis ini digunakan bila elum ada
teori yang menajdi landasan untuk menentukan arah hubungan antar variabel,
menurut riset terdahulu ditemukan belum
ada kejelasan hubungan antar variabel yang diteliti.
Contoh:
Hipotesis Non Directional
Ada hubungan
langsung variabel gaya kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan
bisnis.
E.
Rancangan
Penelitian
Rancangan penelitian bisa diartikan suatu proses analisis dan pengumpulan
data penelitian. Akan tetapi dalam arti luasnya rancangan penelitian itu meliputi proses dari perencanaan serta pelaksanaan
penelitian. Sebenarnya rancangan penelitian itu
adalah catatan yang menjelaskan semua prosedur dari penelitian sejak dari
tujuan penelitian hingga analisis data. Pembuatan rancangan
penelitian sendiri bertujuan
agar penelitian bisa dijalankan dengan lancar.
Umumnya, komponen yang biasa terdapat di dalam rancangan suatu penelitian itu meliputi:
Umumnya, komponen yang biasa terdapat di dalam rancangan suatu penelitian itu meliputi:
·
Tujuan dari penelitian
·
Jenis dari penelitian yang hendak digunakan
·
Unit atau populasi analisis penelitian
·
Rentang waktu maupun tempat dilakukannya penelitian
·
Teknik pengambilan sampel
·
Teknik pengumpulan data
·
Definisi dari operasional variabel penelitian
·
Pengukuran variabel penelitian
·
Teknik analisis data
·
Instrumen pencarian data
Tujuan dari dilakukannya penelitian
yaitu hasil akhir dari penelitian itu sendiri. Jadi fungsinya di samping untuk
mengatur proses penelitian melainkan juga bisa dijadikan ukuran keberhasilan
suatu penelitian. Tujuan ini dinyatakan berupa pertanyaan ataupun hipotesis.