Jumat, 14 November 2014

Tugas Metode Penelitian

TUGAS METODE PENELITIAN
(HIPOTESIS)


logo_gunadarma.jpg
Disusun Oleh:



Nama         : Ahmad Nabawi
NPM         : 30412459
Kelas         : 3ID08




FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2014


A.    Merumuskan Hipotesis
Tugas yang harus dilakukan oleh seorang peneliti setelah melakukan telah terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu lewat studi kepustakaan atau kajian pustaka, kemudian si peneliti juga telah menetapkan serta merumuskan masalah penelitian, maka tibalah saatnya merumuskan hipotesis. Sampai dengan tahap perumusan hipotesis, seorang peneliti diharapkan sudah memiliki cukup bekal informasi baik menyangkut metode penelitian yang akan diterapkan maupun bahan-bahan pembanding yang akan dipakai untuk mengembangkan hipotesisnya maupun mempertajam analisisnya.
Harus diakui merumuskan hipotesis adalah tahapan yang sukar dalam rangkaian penyusunan desain penelitian. Ini makin terasa manakala permasalahan yang hendak dijawab memang tidak memiliki kerangka teori  yang jelas. Di samping itu, kesukaran merumuskan hipotesis juga disebabkan oleh terbatasnya kemampuan peneliti untuk memanfaatkan kerangka teori yang sudah ada secara logis.

B.     Definisi Hipotesis
Ada berbagai batasan yang dikemukakan oleh berbagai ahli mengenai apa yang dimaksudkan dengan hipotesis.
·           F.N Kerlinger (dalam Malo,2000) memberikan batasan hipotesis adalah kesimpulan sementara atau proposisi tentatif tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
·           K.D Bailey ( dalam Malo, 2000) berpendapat suatu hipotesis merupakan suatu preposisi yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat diuji dan meramalkan suatu hubungan tertentu antara dua variabel.
·            Treelease (1960,dalam Nazir 1983) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.
·           Good dan Scates (1954, dalam Nazir 1983) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati, dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah penelitian selanjutnya.
Berdasarkan berbagai batasan yang dikemukakan di atas dapatlah ditarik pemahaman bahwa suatu hipotesis adalah suatu pernyataan tentang fakta yang dapat diamati yang dirumuskan dalam bentuk yang dapat diuji dan menjelaskan bentuk hubungan yang ada antara dua atau lebih variabeldan pernyataan tersebut masih merupakan jawaban sementara suatu permasalahan penelitian.

C.      Dasar Merumuskan Hipotesis
Merumuskan suatu hipotesis mempunai tahapan yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:
·           Berdasarkan pada teori
·           Berdasarkan penelitian terdahulu
·           Berdasarkan penelitian pendahuluan
·           Berdasarkan akal sehat peneliti

D.      Format Hipotesis
Pernyataan jika – maka, hipotesis nol dan lternatif, hipotesis directional dan non directional.
Pernyataan Jika – Maka
Contoh:
Jika Dosen mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih baik.
Hipotesis Nol dan Alternatif
Contoh:
Ho= Tidak ada pengaruh signifikan kenaikan gaji dosen terhadap PBM.
Ha = Ada pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja dosen.
Hipotesis Directional dan Non Directional
Hipotesis directional adalah hipotesis yang menyatakan sifat dan arah hubungan secara tegas antara dua  atau lebih variabel. 

Contoh:
Kualitas pelayanan publik perpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dosen dan mahasiswa UNITRI.
Hipotesis nondirectional adalah hipotesis yang tidak menyatakan arah hubungan antara variabel. Hipotesis ini digunakan bila elum ada teori yang menajdi landasan untuk menentukan arah hubungan antar variabel, menurut riset terdahulu ditemukan belum ada kejelasan hubungan antar variabel yang diteliti.
Contoh:
Hipotesis Non Directional
Ada hubungan langsung variabel gaya kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan bisnis.

E.       Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian bisa diartikan suatu proses analisis dan pengumpulan data penelitian. Akan tetapi dalam arti luasnya rancangan penelitian itu meliputi proses dari perencanaan serta pelaksanaan penelitian. Sebenarnya rancangan penelitian itu adalah catatan yang menjelaskan semua prosedur dari penelitian sejak dari tujuan penelitian hingga analisis data. Pembuatan rancangan penelitian sendiri bertujuan agar penelitian bisa dijalankan dengan lancar.
Umumnya, komponen yang biasa terdapat di dalam rancangan suatu penelitian itu meliputi:
·           Tujuan dari penelitian
·           Jenis dari penelitian yang hendak digunakan
·           Unit atau populasi analisis penelitian
·           Rentang waktu maupun tempat dilakukannya penelitian
·           Teknik pengambilan sampel
·           Teknik pengumpulan data
·           Definisi dari operasional variabel penelitian
·           Pengukuran variabel penelitian
·           Teknik analisis data
·           Instrumen pencarian data

Tujuan dari dilakukannya penelitian yaitu hasil akhir dari penelitian itu sendiri. Jadi fungsinya di samping untuk mengatur proses penelitian melainkan juga bisa dijadikan ukuran keberhasilan suatu penelitian. Tujuan ini dinyatakan berupa pertanyaan ataupun hipotesis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar